Jual Gamis Bayi
08.00-17.00
0856-4216-3366
0856-4216-3366
0895-3893-87455
d62b9948
Menu

Keringanan Bagi Seorang Musafir

Wednesday, April 10th 2019.

Keringanan Bagi Seorang Musafir

Safar atau bepergian merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap Muslim. Karena sebagian aktivitas hidup baik ibadah maupun mumalah seperti menuntut ilmu, berdagang, haji, dan umrah, mengunjungi kerabat, dan sebagainya mengharuskan adanya perjalanan dan bepergian atau safar. Syariat Islam memberikan banyak keringanan buat musafir dalam praktek ritual syariah Islam. Berikut beberapa Keringanan Bagi Seorang Musafir antara lain:
1. Boleh mengqashar shalat yang empat raka’at menjadi dua raka’at. Kecuali shalat Maghrib, maka tetap dikerjakan tiga raka’at. Mengqashar dapat dilakukan setelah seseorang keluar dan meninggalkan negeri atau kampung yang ditinggalinya. Keringanan berupa bolehnya mengqashar shalat dijelaskan oleh Allah dalam Surah An-Nisa ayat 101, “Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqashar shalat”. (terj.Qs. An-Nisa:101).2. Dibolehkan mengusap khuf (sepatu) selama tiga hari tiga malam, sebagaimana dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyalahu ‘anhu. Beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menetapkan untuk kami tiga hari tiga malam sebagai jangka waktu mengusap khuf bagi musafir dan sehari semalam bagi muqim (orang yang menetap)”. (terj. HR. Muslim).

2. Dibolehkan tayammum bila kehabisan air, atau sulit mendapatkan air, atau harganya mahal, berdasarkan firman Allah, “Dan jika kalian sakit atau sedang dalam perjalanan (safar), atau sehabis buang air, atau telah menggauli istri, sedangkan kamu tidak mendapatkan air, maka bertayammumkah dengan debu yang baik (suci); maka usaplah wajah dan tanganmu dengan (debu) itu”. (terj.Qs. An-Nisa:43).

3. Mendapat keringanan tidak berpuasa Ramadhan, berdasarkan firman Allah, “ . . . Maka barangsipa diantara kamu yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak puasa), maka (wajib baginya mengganti) sejumlah hari (yang ia tidak berpuasa) pada hari-hari yang lain”. (terj. Qs. Al-Baqarah:184).

4. Dibolehkan shalat sunnah di atas kendaraan ke arah manapun kendaraan tersebut berjalan, berdasarkan perkataan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat sunnah di atas hewan tunggangannya ke arah manapun Onta yang ditungganginya berjalan”. (terj. HR. Muslim).

5. Dibolehkan menjama’ shalat Dzuhur dan Ashar atau maghrib dan Isya dengan jama’ taqdim atau jama’ ta’khir jika perjalanan sulit. Sehinnga dapat mengerjakan shalat Dzuhur dan Ashar di waktu dzuhur atau Shalat Maghrib dan Isya di waktu Maghrib;jama’ taqdim. Atau melakukan jama’ ta’khir dimana shalat Dzuhur dan Ashar dikerjakan di waktu Ashar dan shalat maghrib dan Isya dikerjakan di waktu Isya. Hal ini berdasarkan perkataan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu anhu, “Kami keluar bersama Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam pada perang Tabuk, saat itu beliau menjama’ shalat Dzuhur dan Ashar serta menjama’ anatara shalat Maghrib dan Isya”. (terj. HR. Muslim). Demikian, Wallahu Ta’ala a’lam.

Keringanan Bagi Seorang Musafir

Demikianlah beberapa Keringanan Bagi Seorang Musafir dari www.gamisbayi.com. Semoga bermanfaat bagi Anda yang menjalankannya.

 

Rp 239.000
Rp 479.000
Rp 89.000
Rp 89.000
Rp 89.000
Rp 89.000

Hubungi Kami

0856-4216-3366
0856-4216-3366
d62b9948
0895-3893-87455

GRATIS!

Pengunjung